Konglomerat Indonesia manusia bukan dewa. Bagaimana menjadi konglomerat memang sulit, tapi tidak mustahil. Pebisnis tidak perlu menjadi dewa dulu untuk menjadi konglomerat. Contoh kasus: Dahlan Iskan konglomerat bisnis investasi media Jawa Pos sebagai direktur utama PLN.
Dulu saya kira persoalan krisis PLN akan langsung tuntas setelah Dahlan Iskan menjadi dirut PLN. Dia kan konglomerat di Indonesia, kemampuan konglomerat bisnis dalam menangani masalah bisnis pasti hebat. Hasilnya? listrik PLN tetap mati, walau mati lampu tidak sesering dulu. Dahlan Iskan tidak bisa menyelesaikan masalah listrik Indonesia dalam 1 hari.
Kesimpulan: walau Indonesia konglomerat hebat tapi tetap manusia biasa, bukan dewa. Kita dan Dahlan Iskan sama-sama manusia, kenapa dia bisa menjadi konglomerat dan kita tidak? ayo semangat menjadi konglomerat Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar